Postingan

Menampilkan postingan dengan label Opini

Saya Tidak Akan Pernah Ikhlas Jika Timnas Indonesia Gagal Lolos Ke Piala Dunia 2026

Beberapa hari hingga beberapa jam sebelum digelarnya Ronde 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia sempat bertebaran beberapa ajakan untuk menyediakan sedikit ruang ikhlas jika Indonesia gagal lolos ke Piala Dunia 2026. Saya bisa memahami tujuan beberapa orang yang membuat ajakan tersebut yaitu agar kita sebagai suporter tidak terlalu kecewa dan bersedih. Tetapi bagi saya pribadi, tidak ada kompromi. Indonesia harus lolos ke Piala Dunia 2026. PSSI sendiri yang membuat saya dan ribuan pecinta sepakbola di negeri ini berpikir demikian. Pada awal 2025, PSSI secara mengejutkan memecat STY tanpa alasan jelas dan menggantikannya dengan Patrick Kluivert. Bagi saya, PSSI harus bisa mempertanggungjawabkan perbuatannya dengan cara membawa negara ini lolos ke Piala Dunia 2026. Sayangnya PSSI seolah tidak memberikan target itu untuk coach PK. Malahan beberapa waktu lalu pihak PSSI berkata kalau target yang diberikan kepada coach PK adalah lolos ke Piala Dunia 2030, bukan 2026. Saya jelas tidak te...

Raya Mati Terbunuh dan Kita Adalah Pembunuhnya

Beberapa hari pasca peringatan ke-80 Hari Kemerdekaan RI kita sudah disajikan berbagai berita yang mampu menguras emosi serta menyayat hati kita. Berita-berita yang seolah sudah menjadi makanan sehari-hari kita sebagai WNI. Berita pertama yang mungkin menguras emosi kita sebagai rakyat Indonesia adalah kenaikan beberapa tunjangan yang didapatkan oleh anggota DPR RI yang salah satunya berupa tunjangan rumah mencapai 50 juta rupiah. Apabila ditotal pendapatan sebagai anggota DPR RI mencapai 100 juta rupiah per bulan. Per bulan lho pemirsa, sekali lagi per bulan. Duit sebanyak itu belum tentu bisa kita dapatkan selama setahun penuh. Dari artikel yang saya baca di  Tempo , wakil ketua DPR Adies Kadir mengatakan bahwa Menteri Keuangan yaitu Bu Sri Mulyani merasa iba kepada anggota legislatif sehingga menaikkan beberapa komponen tunjangan. Gimana? Sampai sini udah mulai emosi? Kalau belum mari kita lanjut ke berita selanjutnya. Berita selanjutnya yang menggegerkan masyarakat Indonesia ad...

Warga Pati, Kalian Luar Biasa

Gambar
Siapa sangka, Pati sebuah kabupaten di Jawa Tengah yang beberapa waktu lalu mendapatkan kesan buruk karena pengeroyokan yang mengakibatkan tewasnya bos rental di Kecamatan Sukolilo kini mendapatkan banyak apresiasi dan dukungan dari hampir seluruh masyarakat Indonesia karena perjuangan rakyatnya dalam melawan kesewenangan Bupatinya sendiri. Demonstrasi masyarakat Pati untuk menuntut Bupati Pati, Pak Sudewo mundur dari jabatannya itu berlangsung kemarin 13 Agustus 2025. Demonstrasi ini adalah kelanjutan dari aksi protes yang sebelumnya sudah digelar masyarakat Pati untuk menolak kenaikan PBB-P2 sebesar 250%. Masyarakat Pati berdemo ( sumber gambar : detik.com ) Rencana demonstrasi ini mendapat dukungan dari banyak kalangan. Banyak warga Pati yang merantau kembali ke Pati untuk mengikuti demonstrasi, bahkan ada yang bukan warga Pati juga ikut demonstrasi sebagai wujud solidaritas sesama warga negara. Tidak ada yang salah bagi warga non-Pati untuk turut serta dalam demonstrasi ini. Berdem...

Membahas Soal Manuver LMKN Yang Semakin Wagu

Belum lama ini media masa dipenuhi berita soal salah satu waralaba restoran di Indonesia yang tersandung masalah royalti karena memutar musik di gerai-gerainya. Pada akhirnya kasus ini berakhir damai dan waralaba restoran tersebut bersedia membayar uang royalti sebesar 2,2 Milyar rupiah kepada SELMI. SELMI sendiri adalah Sentra Lisensi Musik Indonesia yang merupakan salah satu Lembaga Manajemen Kolektif (LMK). Akibat adanya peristiwa tadi, banyak kafe dan restoran yang sebelumnya sering memutar musik  kini menggunakan cara lain sebagai cara untuk menghibur pengunjung restoran yang salah satunya adalah memutar suara burung, alam ataupun suara lain yang intinya tidak ada unsur musiknya. Apakah kemudian masalah selesai? Tidak juga.  Dilansir dari  Detik.com  Komisioner LMKN Bidang Lisensi dan Kolekting, Jhonny W. Maukar mengatakan bahwa suara burung yang berasal dari perekaman ulang harus membayarkan royalti kepada pihak perekam. Sementara royalti tidak perlu dibayarkan...

Membantah Anggapan Kalau Pengibar Bendera One Piece Adalah Pembenci Negara

Gambar
Beberapa hari lalu saya membeli sekitar 16 bendera one piece untuk saya bagikan kepada warga disekitar rumah saya sekiranya ada yang ingin memasang. Sebelum melanjutkan tulisan ini, saya mempersilahkan jenengan untuk menganggap saya fomo, ikut-ikutan atau apalah itu bagi yang beranggapan begitu. Ya saya akui saya ikut-ikutan. Tapi bukan sekedar ikut-ikutan mengibarkan bendera one piece, lebih dari itu saya juga ikut-ikutan menyuarakan keresahan, kekecewaan dan kekesalan masyarakat terhadap pemerintah. Bendera Merah Putih dan One Piece yang sempat terpasang di Desa Ngabeyan Bendera itu dipasang pada hari Minggu, 3 Agustus 2025 oleh rekan-rekan pemuda di lingkungan saya yang dipimpin oleh bapak saya ( yang kebetulan bapak saya adalah ketua RW ). Tapi jangan salah, kami tetap memasang bendera merah-putih sebagaimana kebiasaan setiap agustus. Tapi dibawah bendera merah putih itu ada tambahan bendera one piece. Kami tak akan senaif itu untuk meletakkan merah putih di bawah simbol lain. Inga...

Jadi Suporter Bola Itu Banyak Hal Yang Dikhawatirkan : Mulai Dari Nggak Berani Pakai Jersey Kebangaan di Kota Orang Sampai Was-was Timnya Pindah Homebase

Belasan tahun sudah saya menjadi suporter sepakbola tepatnya sejak tahun 2007, selama belasan tahun itu pula saya sering memperhatikan dinamika sepakbola Indonesia khususnya di dunia persuporterannya. Sepakbola memang tidak bisa dipisahkan dari suporter. Sepakbola bisa lebih berasa berwarna dan asik dinikmati berkat aksi suporter yang sering memperlihatkan koreografi dan nyanyian dari tribun. Tanpa suporter, sepakbola bakalan terasa lebih hambar. Tim yang saya dukung sejak 2007 adalah Persis Solo. Berasal dari Klaten membuat saya mudah untuk menjangkau Kota Solo sehingga turut juga jatuh cinta kepada tim asal kota tersebut. Entah sudah berapa puluh kali saya nonton bola di Manahan. Yang jelas saya hampir mengikuti setiap dinamika yang menerpa tim Persis Solo mulai dari era Liga Djarum, tercecer di papan bawah divisi utama sampai hampir degradasi ke Divisi 1, sempat mengalami dualisme, kompetisi yang dibekukan, era Liga 2 hingga sekarang Persis Solo berkompetisi di kasta tertinggi perse...

Heboh Soal Hubungan Dengan Israel : Pak Prabowo Harus Lebih Banyak Belajar Dalam Hal Pemilihan Kalimat

Sekali lagi media sosial kembali dihebohkan dengan statement dari pejabat publik yang memicu kontroversi. Kali ini pelakunya adalah orang tertinggi di negeri ini, Pak Prabowo Subianto. Dalam pertemuannya dengan Presiden Perancis Emmanuel Macron di Istana Merdeka, Jakarta Pak Prabowo mengungkapkan kemungkinan membuka hubungan diplomatik antara Indonesia dengan Israel jika negara tersebut bersedia mengakui kemerdekaan dan kedaulatan Palestina (  sumber Tempo  ) Sebagai dampak dari kebijakan two state solutions , sebenarnya statement ini gak keliru-keliru amat. Justru inilah kelanjutan dan kebijakan itu dengan menghargai hak dari kedua negara salah satunya dengan berhubungan diplomatik. Namun sayangnya dari kacamata saya pribadi, pernyataan Pak Prabowo ini masih terlalu dini untuk diungkapkan. Dalam beberapa waktu terakhir, Israel masih gencar melakukan serangan ke wilayah Palestina hingga menimbulkan korban baik luka maupun jiwa. Belum ada tanda-tanda kalau Israel akan mengakui ...

Mempertanyakan Soal PSSI Yang Lebih Serius Menggagas Turnamen Pra-musim Daripada Piala Indonesia

Sudah bertahun-tahun kompetisi Piala Indonesia tidak pernah digelar lagi oleh PSSI. Terkahir kali PSSI menggelar Piala Indonesia adalah tahun 2018 yang kemudian molor hingga pertengahan tahun 2019 karena harus "mengalah" dengan penyelenggaraan Piala Presiden 2019. Dari sini kita bisa tau bagaimana ketidakseriusan PSSI dalam mengurus Piala Indonesia dan lebih mementingkan Piala Presiden. Padahal Piala Presiden hanyalah sebuah kompetisi pra-musim, bukan kompetisi domestik resmi seperti Piala Indonesia yang memperebutkan slot ke kompetisi Asia. Saya cukup tertarik dengan Piala Indonesia. Salah satu alasan saya adalah hanya di Piala Indonesia saya bisa melihat tim-tim dari kasta bawah di Indonesia bisa bertemu dengan tim-tim kasta atas dalam sebuah kompetisi resmi. Selain itu pertemuan tim besar dengan tim kecil berpotensi memunculkan sebuah kejutan dimana tim yang berkompetisi di kasta yang lebih tinggi bisa saja mengalahkan tim yang berkompetisi di kasta di bawahnya. Pada Piala...

Menahan Lapar dan Haus Saat Berpuasa Itu Mudah, Yang Susah Itu Menahan Misuh ke Pemerintah

Entah kenapa intensitas saya misuh ke pemerintah makin meningkat beberapa waktu terakhir. Beberapa kawan mengatakan kalau saya sering misuh karena rezim yang berkuasa saat ini bukan merupakan pilihan saya saat Pilpres 2024 lalu. Tapi pendapat itu saya bantah, sejak pelantikan Pak Prabowo saya sudah berniat untuk menjadi lebih netral dengan cara melihat program pemerintah, mendukung bila hal itu positif dan mengkritik jika hal itu negarif. Sayangnya beberapa waktu terakhir pemerintah lebih layak untuk dikritik bahkah dipisuhi. Bukan tanpa alasan, beberapa kebijakan pemerintah sejak Pak Prabowo dilantik memang terkesan konyol mulai dari efisiensi di beberapa sektor, pemangkasan anggaran pendidikan dan kesehatan dan rencana DPR untuk merevisi UU TNI yang membuka peluang kembalinya dwifungsi ABRI yang pernah terjadi pada rezim orde baru. Kebijakan terakhir ini benar-benar membuat berang banyak pihak. Bayangkan pada tahun 1998 ribuan mahasiswa bersatu untuk menyingkirkan sistem ini dari neg...

Beragam Kekonyolan Pemerintah Dalam Menanggapi Masalah dan Protes Masyarakat

Gambar
Tahun 2025 baru memasuki bulan kedua. Tetapi dalam dua bulan ini masyarakat sudah dibuat gusar dengan berbagai tingkah dan polah pemerintah negeri ini. Berbagai permasalahan menerpa sehingga memunculkan gelombang protes dari masyarakat hingga memunculkan berbagai tagar seperti #kaburajadulu hingga #indonesiagelap di media sosial. Bukannya memunculkan solusi, pejabat pemerintahan justru mengeluarkan statement yang bisa dibilang blass ra masok. Beberapa statement tadi sampai masuk ke media massa. Dalam beberapa waktu terakhir saya sudah sampai pada tahap dimana membaca berita bukan untuk mendapatkan berita "pemerintah sedang kerja apa" tetapi "kekonyolan apa lagi yang dibuat oleh pemerintah". Berikut beberapa diantaranya yang saya anggap betul-betul konyol. 1. Prabowo Mengatakan "Ndasmu" Kepada Pengkritiknya Pada saat sedang berpidato dalam perayaan HUT Ke-17 Partai Gerakan Indonesia Raya, Prabowo Subianto menyinggung orang-orang yang mengkritiknya dalam ber...

Tentang Trend #KaburAjaDulu dan Alasan Kenapa Saya Nggak Pengen Ikutan

Namanya juga kehidupan bernegara, pasti ada aja dinamikanya. Dan dinamika kehidupan bernegara beberapa waktu terakhir semakin membuat gusar beberapa orang. Mulai dari penunjukkan staf khusus presiden dan menteri yang entah apa gunanya, kelangkaan gas elpiji di beberapa daerah hingga menimbulkan korban jiwa, efisiensi anggaran yang justru menyusahkan banyak pihak dan beberapa isu lain semakin membuat orang enggan untuk tinggal lebih lama lagi di Indonesia sehingga memunculkan tagar #KaburAjaDulu di media sosial. Saya nggak bisa berkomentar banyak soal tagar ini. Saya memang menganggap bahwa situasi politik Indonesia beberapa waktu terakhir bener-bener kacau, tapi di sisi lain saya masih mencintai Indonesia. Dalam benak saya berpikir, Indonesia tidak salah dan yang salah adalah pemerintahnya. Meski demikian saya juga nggak bisa menyalahkan orang yang ingin meninggalkan Indonesia untuk mencari penghidupan yang lebih layak di negara lain. Toh setiap orang memiliki pendapat masing-masing, d...

Beragam Transportasi Publik Dari Kota Solo Ke Kota Yogyakarta

Saya agak terkejut ketika postingan saya soal  bus-bus yang melayani rute Solo-Jogja  menjadi salah satu postingan yang banyak dibaca pada tahun 2024. Padahal postingan itu saya buat tahun 2017 yang artinya dalam waktu hampir 8 tahun, masih banyak yang mencari informasi soal bus atau transportasi publik lainnya dari Solo ke Yogyakarta. Oleh karena itu bakalan sedikit saya jabarkan berbagai transportasi umum yang bisa anda naiki dari Solo ke Yogyakarta atau sebaliknya. Btw ini saya sebutkan berurutan dari transportasi yang saya rekomendasikan ya. Jadi ini hanya pendapat pribadi saya, tiap orang tentu berbeda pendapat. 1. KRL Lin Yogyakarta Saya yakin sekali mayoritas pembaca yang tinggal di kawasan yang dilewati KRL Lin Yogyakarta bakalan setuju dengan pendapat saya kalau KRL jadi transportasi pilihan di jalur ini. Tarifnya pun sangat murah. Hanya dengan 8000 rupiah anda sudah bisa naik KRL full trip dari Stasiun Palur ke Stasiun Yogyakarta. Dari Palur, jam pertama KRL menuju Y...

Orang Boleh Tidak Mengenal Klaten, Tapi Kabupaten Ini Lebih Layak Dijadikan Tempat Tinggal Pasca Pensiun Daripada Solo dan Jogja

Gambar
sumber gambar : babad.id Terletak di antara Kawasan Surakarta Raya dan Daerah Istimewa Yogyakarta sepertinya tidak membuat Kabupaten Klaten begitu mudah dikenal. Bahkan kadang-kadang orang yang sering bolak-balik Solo ke Jogja belum tentu mengenal Klaten, padahal kalau bolak-balik kedua kota itu otomatis melewati Klaten. Kecuali kalau orang tersebut benar-benar selo dari Jogja dia ke Gunung Kidul dulu, kemudian masuk Wonogiri, lanjut ke Sukoharjo dan baru masuk ke Solo. Kabupaten Klaten memang tidak seterkenal dua kota yang mengapitnya. Tapi bagaimanapun juga, saya pribadi berpendapat bahwa Klaten lebih layak dijadikan kabupaten tempat tinggal pasca anda pensiun daripada Kota Solo maupun Yogyakarta. Beberapa diantaranya alasan saya : 1. Biaya Hidup Murah Meriah. Percaya gak percaya di Klaten ini masih bisa anda jumpai makanan dengan harga murah. Soto semangkok lengkap dengan suwiran ayam saja bisa dijual dengan harga 6000 bahkan ada yang lebih murah. Mie Ayam harga dibawah 10 ribu pun ...

Untuk Pemerintah, Tolong Berhenti Membuat Kebijakan Konyol

Akhir-akhir ini kita sering sekali mendengar berita negatif soal pemerintah. Salah satu berita yang membuat saya gatal untuk menulis artikel ini adalah berita soal pelaksanaan subsidi KRL berbasis NIK yang akan dilaksanakan pada tahun 2025. Tentu saja berita ini mendapat sambutan negatif dari masyarakat. Lha gimana nggak negatif? Selama ini kita mengenal KRL sebagai transportasi jarak pendek yang murah meriah. KRL Komuter saat ini beroperasi di Jabodetabek dan Yogyakarta-Palur. Sepanjang pengalaman saya menggunakan jasa KRL Lin Yogyakarta, tipe penumpang yang paling sering saya temui adalah golongan pelajar, mahasiswa dan pekerja. Kebanyakan mereka naik KRL karena memang tarifnya paling murah. Sekedar informasi kalau tarif KRL Lin Yogyakarta saat ini adalah 8 ribu, sementara untuk bus dari Solo ke Yogyakarta paling murah 22 ribu. Hampir tiga kali lipat. Sementara kalau kita cek tarif khusus KAJJ dari Solo ke Yogyakarta maupun sebaliknya adalah 30an ribu untuk kelas ekonomi, CMIIW. Sang...

Lari Itu Olahraga Murah, Tapi Jadi Mahal Gara-gara Trend Gila

Siapapun tau kalau berlari adalah sebuah kegiatan yang siapapun bisa melakukannya asalkan punya kaki yang sehat, dengan demikian bisa disimpulkan bahwa lari adalah olahraga yang murah bahkan gratis. Pas saya masih SD kalau saya perhatikan orang berlari itu bajunya ya kaos biasa, kathokan pendek, kalau pakai sepatu itu masih sekedar opsi. Tak jarang saya melihat orang berlari nyeker . Tahun berganti tahun keadaan itu berubah. Lari yang dulunya merupakan olahraga yang murah meriah kini seolah berganti jadi olahraga yang "mahal". Kenapa saya pakai tanda kutip? Karena mahal yang dimaksud disini bukan karena kalau ingin berlari kita harus bayar, bukan itu. Tapi lebih ke trend yang akhir-akhir ini terjadi, setidaknya di lingkungan saya. Kalau dulu kaos hadiah dari produsen pestisida atau kaos dari kampanye partai bisa dipakai buat lari, kini udah beda. Kalau sekarang sih sepertinya pakai kaos khusus lari sudah seperti sunnah muakkad. Kita tau bahwa harga kaos khusus untuk lari it...

Kemiripan Melaka dengan Semarang, Yogyakarta dan Solo

Gambar
Sudah 5 tahun saya berdomisili di Negeri Melaka karena urusan pekerjaan. Selama 5 tahun itulah saya sedikit banyak tau soal Melaka mulai dari wisatanya, budayanya hingga sistem transportasinya yang terintegrasi. Dalam 3 aspek tadi membuat saya berpikir kalau Melaka ini bagaikan gabungan dari 3 kota yang ada di Indonesia yaitu Semarang, Yogyakarta dan Solo. Lho kok bisa? Ya bisa saja dong. Kadang pemikiran saya ini suka random. Dan kerandoman itu juga yang mendorong saya untuk menuliskannya di blog. Pemandangan pesisir pantai di Melaka. Foto oleh Ivan Yoga Kawula. Seperti apa kemiripan Melaka dengan Semarang? Kalau dari sudut pandang saya Melaka dan Semarang sama-sama kota pelabuhan di masa lalu. Selain itu, banyak bangunan bersejarah peninggalan pemerintah kolonial di kedua kota ini. Semarang memiliki Lawang Sewu sebagai salah satu ikon kotanya yang merupakan peninggalan Belanda, sementara Melaka memiliki Christ Church yang merupakan gereja peninggalan Belanda sekaligus gereja protesta...