Nostalgia Dari Sekaleng Khong Guan
Sebelum pergi jauh merantau, Saya selalu merayakan Idul Fitri bersama dengan keluarga. Kala itu keluarga saya masih lengkap. Kakek dan Nenek saya belum meninggal dunia, pun Pakde saya juga masih ada. Bisa dipastikan saat Hari Raya Idul Fitri, rumah nenek saya selalu ramai dipenuhi oleh sanak saudara baik yang dari Klaten maupun Gunungkidul. Keadaan berubah drastis pada 2018. Pada 10 Mei 2018 atau 8 hari setelah hari pengumuman kelulusan, saya harus berangkat merantau ke Pulau Kalimantan tepatnya di Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Nah sejak Hari Raya Idul Fitri 2018 M sampai 2022 M, saya selalu berada di perantauan. Saya baru kembali bisa merasakan Hari raya Idul Fitri bersama keluarga pada tahun 2023. Saat itu Nenek saya sudah meninggal pada 2022. Jadi hanya ada kakek saya dan bapak ibu saya. Pakde saya pun sudah meninggal beberapa minggu sebelum Hari Raya Idul Fitri. Praktis situasi semakin sepi. Dalam suasana yang berbeda itu saya makan 1 biskuit kaleng yang hampir s...