Postingan

Catatan Perjalanan : Pertama Kali Ngebis Bareng Istri

Gambar
3 Oktober lalu saya resmi melepas status lajang saya setelah meminang seorang gadis asal Kabupaten Malang. Faiz namanya. Sesuai rencana kami beberapa bulan sebelumnya, kami bersepakat untuk menikmati honeymoon di Lombok sekaligus menyaksikan gelaran Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026. Saya memulai perjalanan dari Terminal Arjosari, Malang menuju Bandara Juanda di Sidoarjo sebelum nantinya terbang ke Lombok menggunakan maskapai Super Air Jet. Nah untuk postingan ini akan fokus pada perjalanan naik busnya karena bagi saya ngebis pertama kali bareng istri adalah hal yang layak untuk diceritakan setelah sekian lama saya selalu menjalani trip naik bus sendirian. Pukul 8.20 saya dan istri sudah tiba di Terminal Arjosari. Di shelter Patas tujuan Surabaya sebenarnya sudah tersedia bus Dana Dhasih. Tapi istri saya minta naik Restu yang parkir tepat di belakang Dana Dhasih, jadilah saya dan istri masuk ke ruang tunggu dulu untuk menunggu bus Restu parkir di shelter sekalian numpang ngecharge...

Catatan Perjalanan : Tividi, Bus Murah Yang Fasilitasnya Nggak Murahan

Gambar
Di blog ini sekitar tahun 2017 saya pernah nulis tips perjalanan murah meriah tapi nyaman dari Klaten ke Malang. Waktu itu saya menuliskan rutenya dari Klaten naik bus dahulu ke Surabaya kemudian lanjut naik bus dari Surabaya ke Malang. Nah sekarang saya akan mengatakan cara itu udah nggak begitu relevan lagi karena ada bus yang bisa langsung ke Malang yaitu Tividi. Sebenarnya bus ini rutenya Cilacap-Malang. Tapi tarifnya parsial sehingga bisa naik dari Klaten. Tarif Klaten-Malang atau sebaliknya adalah 200 ribu dan bahkan untuk harga member 180 rb. Murah bukan? Perjalanan ini saya lakukan tanggal 24 September 2026 ketika setelah menyelesaikan urusan berkas pernikahan saya di Malang, saya mau pulang ke Klaten. Saya sempat tertarik naik Juragan99 Trans Private Class tapi sayangnya Juragan99 start dari garasi jam 7 pagi sehingga agak susah kalau ngejar jamnya dari Poncokusumo karena harus nyari orang buat ngantar juga. Akhirnya pilihan saya jatuh ke bus Tividi. Saya pesan di malam hari s...

Akhirnya Kembali Merasakan Rawon Duta Yang Nikmat dan Legit

Gambar
Dulu ketika masih SMK saya pernah berseloroh ke beberapa orang "Kalau kamu suka rawon, kamu harus nyoba naik bus Eka dan jangan lupa beli kupon makannya sekalian". Alasannya adalah karena salah satu menu yang bisa dijadikan pilihan untuk santapan ketika bus Eka singgah di Rumah Makan Duta, Ngawi adalah Nasi Rawonnya yang menurut saya enak banget. Dibanding menu pilihan lain seperti Nasi Ayam Bakar Duta & Baksonya, bisa dibilang pilihan saya hampir selalu jatuh pada rawonnya. Tapi semakin berjalannya waktu dan semakin banyak bus Eka yang via TOL, semakin sedikit bus Eka yang singgah di Rumah Makan Duta. Beberapa bulan lalu saya pernah naik bus Eka dari Surabaya ke Solo dan berharap bisa kembali menikmati rawon duta yang nikmat itu, eee ternyata busnya Full Tol. Cuma turun di kawasan Nganjuk dan Madiun. Setelah Madiun masuk Tol lagi sampai ke GT Ngemplak. Alhasil saya nggak singgah di RM Duta. Kesempatan untuk singgah di RM Duta kembali datang pada 27 September 2026 kemarin...

Nostalgia Dari Sekaleng Khong Guan

Sebelum pergi jauh merantau, Saya selalu merayakan Idul Fitri bersama dengan keluarga. Kala itu keluarga saya masih lengkap. Kakek dan Nenek saya belum meninggal dunia, pun Pakde saya juga masih ada. Bisa dipastikan saat Hari Raya Idul Fitri, rumah nenek saya selalu ramai dipenuhi oleh sanak saudara baik yang dari Klaten maupun Gunungkidul. Keadaan berubah drastis pada 2018. Pada 10 Mei 2018 atau 8 hari setelah hari pengumuman kelulusan, saya harus berangkat merantau ke Pulau Kalimantan tepatnya di Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Nah sejak Hari Raya Idul Fitri 2018 M sampai 2022 M, saya selalu berada di perantauan. Saya baru kembali bisa merasakan Hari raya Idul Fitri bersama keluarga pada tahun 2023. Saat itu Nenek saya sudah meninggal pada 2022. Jadi hanya ada kakek saya dan bapak ibu saya. Pakde saya pun sudah meninggal beberapa minggu sebelum Hari Raya Idul Fitri. Praktis situasi semakin sepi. Dalam suasana yang berbeda itu saya makan 1 biskuit kaleng yang hampir s...

Self Reward Bukanlah Pemborosan

Gambar
Saat masih sekolah saya pernah kepengen banget punya beberapa barang, salah satunya adalah jersey original Manchester United. Sebuah benda yang mustahil banget saya dapatkan waktu itu karena beberapa alasan. Pertama, harga jersey Manchester United yang original nggak murah. Versi replikanya saja bisa satu juta. Terlalu mahal untuk ekonomi bapak saya yang kala itu sedang penuh terpaan badai. Kedua, kalaupun bapak saya ada duit rasanya juga belum tentu mau ngebelikan saya jersey Manchester United original. Kalaupun belikan jersey MU, palingan ya jersey grade ori yang harganya 100 ribuan itu. Puji syukur keinginan saya akhirnya bisa terkabul saat saya sudah kerja. Saya akhirnya bisa membeli jersey original Manchester United 2021  versi replika yang third sekaligus jersey latihannya. Kalau ditotal saya menghabiskan 1,6 juta rupiah di hari itu untuk membeli kedua jersey itu. Lalu apakah itu pemborosan? Bagi saya bukan. Itu adalah cara saya untuk memberi hadiah kepada diri saya sendiri a...

Ibu Saya dan Sebuah Warisan Kebiasaan Yang Paling Berharga

Selamat Hari Ibu untuk ibu-ibu di seluruh Indonesia. Lho kok nggak seluruh dunia sekalian? Ya karena yang merayakan hari ibu tanggal 22 Desember cuma Indonesia. Kebanyakan negara merayakannya di bulan Mei termasuk negara tetangga Indonesia yaitu Malaysia dan Singapura. Biasanya pada Hari Ibu anak-anak di dunia berlomba-lomba memberi ucapan selamat hari ibu atau bahkan memberi hadiah kepada ibunya masing-masing. Begitupula dengan saya yang akan menjadikan artikel ini sebagai ucapan terimakasih serta apresiasi kepada ibu saya sekaligus sebagai postingan lagi setelah sekian lama saya nggak posting di blog. Ibu saya sudah sering membelikan saya buku bahkan sejak masih balita ( Atau mungkin sejak saya batita, saya bener-bener nggak ingat ). Ketika saya TK, saya inget banget ibu saya sering membelikan saya majalah bobo. Pembaca mestinya tau kan majalah bobo. Nah di dalam majalahnya kan ada banyak tajuk seperti komik anak-anak, beberapa pengetahuan umum ringan sampai cerpen anak. Nah dari sit...

Saya Tidak Akan Pernah Ikhlas Jika Timnas Indonesia Gagal Lolos Ke Piala Dunia 2026

Beberapa hari hingga beberapa jam sebelum digelarnya Ronde 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia sempat bertebaran beberapa ajakan untuk menyediakan sedikit ruang ikhlas jika Indonesia gagal lolos ke Piala Dunia 2026. Saya bisa memahami tujuan beberapa orang yang membuat ajakan tersebut yaitu agar kita sebagai suporter tidak terlalu kecewa dan bersedih. Tetapi bagi saya pribadi, tidak ada kompromi. Indonesia harus lolos ke Piala Dunia 2026. PSSI sendiri yang membuat saya dan ribuan pecinta sepakbola di negeri ini berpikir demikian. Pada awal 2025, PSSI secara mengejutkan memecat STY tanpa alasan jelas dan menggantikannya dengan Patrick Kluivert. Bagi saya, PSSI harus bisa mempertanggungjawabkan perbuatannya dengan cara membawa negara ini lolos ke Piala Dunia 2026. Sayangnya PSSI seolah tidak memberikan target itu untuk coach PK. Malahan beberapa waktu lalu pihak PSSI berkata kalau target yang diberikan kepada coach PK adalah lolos ke Piala Dunia 2030, bukan 2026. Saya jelas tidak te...