Postingan

Beragam Kekonyolan Pemerintah Dalam Menanggapi Masalah dan Protes Masyarakat

Gambar
Tahun 2025 baru memasuki bulan kedua. Tetapi dalam dua bulan ini masyarakat sudah dibuat gusar dengan berbagai tingkah dan polah pemerintah negeri ini. Berbagai permasalahan menerpa sehingga memunculkan gelombang protes dari masyarakat hingga memunculkan berbagai tagar seperti #kaburajadulu hingga #indonesiagelap di media sosial. Bukannya memunculkan solusi, pejabat pemerintahan justru mengeluarkan statement yang bisa dibilang blass ra masok. Beberapa statement tadi sampai masuk ke media massa. Dalam beberapa waktu terakhir saya sudah sampai pada tahap dimana membaca berita bukan untuk mendapatkan berita "pemerintah sedang kerja apa" tetapi "kekonyolan apa lagi yang dibuat oleh pemerintah". Berikut beberapa diantaranya yang saya anggap betul-betul konyol. 1. Prabowo Mengatakan "Ndasmu" Kepada Pengkritiknya Pada saat sedang berpidato dalam perayaan HUT Ke-17 Partai Gerakan Indonesia Raya, Prabowo Subianto menyinggung orang-orang yang mengkritiknya dalam ber...

Belajar Dari Perdamaian Trah Mataram Dalam Ranah Sepak Bola

Kemenangan PSIM Yogyakarta atas PSPS Riau senin lalu memastikan Laskar Mataram mendapatkan satu tiket promosi ke Liga 1 2025/2026. Brajamusti, The Maident dan kelompok suporter lainnya menyambut hal ini dengan meriah hingga konvoi di jalanan Kota Yogyakarta. Wajar saja pendukung PSIM melakukan ini, mereka telah menunggu saat ini sangat lama. Setelah terakhir kali bermain di kasta tertinggi musim 2006 PSIM hanya bisa berkutat di kasta kedua. Sebenarnya PSIM hampir promosi di tahun 2021, namun sayangnya di perebutan tiket promosi terakhir PSIM kalah oleh Dewa United. Alhasil PSIM harus kembali berlaga di kasta kedua dan baru bisa promosi tahun ini menyusul Persis Solo dan PSS Sleman yang sebelumnya sudah berada di Liga 1. Di balik konvoi meriah pendukung PSIM ada pemandangan menarik terlihat. Ternyata selain suporter PSIM yang merayakan promosinya PSIM turut serta juga suporter Persis Solo dan PSS Sleman. Kita tau, hubungan antara suporter Persis Solo, PSIM Yogyakarta dan PSS Sleman seri...

Tentang Trend #KaburAjaDulu dan Alasan Kenapa Saya Nggak Pengen Ikutan

Namanya juga kehidupan bernegara, pasti ada aja dinamikanya. Dan dinamika kehidupan bernegara beberapa waktu terakhir semakin membuat gusar beberapa orang. Mulai dari penunjukkan staf khusus presiden dan menteri yang entah apa gunanya, kelangkaan gas elpiji di beberapa daerah hingga menimbulkan korban jiwa, efisiensi anggaran yang justru menyusahkan banyak pihak dan beberapa isu lain semakin membuat orang enggan untuk tinggal lebih lama lagi di Indonesia sehingga memunculkan tagar #KaburAjaDulu di media sosial. Saya nggak bisa berkomentar banyak soal tagar ini. Saya memang menganggap bahwa situasi politik Indonesia beberapa waktu terakhir bener-bener kacau, tapi di sisi lain saya masih mencintai Indonesia. Dalam benak saya berpikir, Indonesia tidak salah dan yang salah adalah pemerintahnya. Meski demikian saya juga nggak bisa menyalahkan orang yang ingin meninggalkan Indonesia untuk mencari penghidupan yang lebih layak di negara lain. Toh setiap orang memiliki pendapat masing-masing, d...

Catatan Perjalanan : Mencoba Naik Kereta Api Murah Dari Klaten ke Malang

Kalau kita mencari kereta api dari Klaten ke Malang yang muncul hanya sedikit sekali pilihan. Palingan ya cuma ada Malioboro Ekspres untuk pilihan keberangkatan siang dari Klaten dan Kertanegara yang berangkat malam dari Klaten. Selain itu juga ada Malabar itupun berhenti di Klaten cuma ke arah timurnya saja, sementara arah baratnya Malabar berjalan langsung di Stasiun Klaten. Sesekali Gajayana Tambahan juga berhenti Klaten pas musim liburan tiba. Tarif termurah untuk saat ini berada di angka 270 ribu untuk kelas Ekonomi. Pada saat artikel ini dibuat, baik Kertanegara maupun Malioboro Ekspres sama-sama menggunakan rangkaian New Image 2016 untuk kelas Ekonominya. Tapi beberapa waktu lalu, saya mencoba naik kereta api dari Klaten ke Malang dengan sistem transit dan hanya menghabiskan biaya tiket 95 ribu saja. Lho kok bisa? Ya bisa dong. Karena kereta yang saya naiki adalah kereta ekonomi subsidi. Kebetulan sekali waktu itu saya ada acara di Malang. Awalnya saya pikir mau naik bus ekonomi...

Rudi Gendut dan Kepolosannya Dalam Obrolan Yang Senantiasa Menghibur

Nama aslinya Rudi. Tapi kawan-kawan sepekerjaan saya biasa memanggilnya dengan sebutan "Gendut" karena memang perawakannya menunjukkan itu. Asalnya dari Kediri. Orangnya rajin dan hobi cocok tanam. Saking hobinya cocok tanam, orang Indonesia yang satu tempat kerja dengan saya sampai bisa swasembada lombok dan sayuran karena saking banyaknya jenis tanaman yang dia tanam. Apa saja yang dia tanam, pasti selalu bisa dipanen sehingga menekan pengeluaran kami untuk beli sayur. Mas Gendut ini orangnya lucu. Kelucuan ini muncul karena kepolosannya. Sesekali kami dibuat tertawa karena itu. Untuk itu, saya rangkum sedikit beberapa obrolan saya dengan mas Gendut yang mungkin menarik dan lucu karena kepolosannya. 1. Salah Paham Michael Jackson Sore itu setelah pulang kerja Saya lagi istirahat di  cakruk  belakang asrama. Saya lagi nonton video soal Michael Jackson dari YouTube sampai tiba-tiba Mas Gendut menyela " Nonton opo, Mas Halby?" Tanya Mas Gendut ke saya. "Iki mas ...

MotoGP dan Sebuah Renungan Waktu Yang Cepat Berlalu

Saya sebenarnya bukanlah fans fanatik MotoGP. Kadang hanya sesekali mengikuti beritanya. Bahkan saya sendiri tidak punya rider  khusus yang saya favoritkan. Sesekali saya dukung Casey Stoner, sesekali Jorge Lorenzo, kadang Valentino Rossi, pas SMK lebih suka dukung Marquez dan kini saya gak tau dukung siapa. Intinya ngikutin perkembangannya dan sesekali nonton siaran langsung balapannya. Kalau diibaratkan fans klub Premier League, saya ini adalah seseorang yang tiba-tiba mendukung Manchester City karena lagi bagus-bagusnya, setelah ngampas, ya udah gak dukung lagi. Begitulah saya dalam MotoGP, pokok e rider seng berpotensi menang bakalan tak dukung . Sejak kecil saya sudah tau MotoGP. Mungkin sekitar umur 6-7 tahunan karena waktu itu baru masuk SD. Seperti halnya anak-anak seusia saya kala itu, pembalap yang saya favoritkan tentunya adalah Valentino Rossi. Siapa sih yang nggak kenal Rossi? Saking terkenalnya Rossi, istilah "Nonton MotoGP" berubah menjadi "Nonton Rossi....

Bukan Sekedar Laga Biasa

Diantara seluruh pertandingan yang dijalani Persis Solo, melawan PSM Makassar memiliki sesuatu yang spesial tersendiri bagi saya. Mungkin bagi orang lain pertandingan melawan PSM Makassar sama saja rasanya seperti pertandingan lain. Saya sengaja "menspesialkan" laga ini, karena pertandingan sepak bola yang saya tonton langsung pertama kali dalam hidup saya adalah laga Persis Solo melawan PSM Makassar. Kala itu Persis dan PSM bertemu dalam lanjutan Liga Djarum Indonesia 2007 di Stadion Manahan. Saya sebelumnya tidak tau Persis Solo, setau saya sepakbola ya cuma Timnas Indonesia tok. Itupun karena pada tahun itu bertepatan dengan gelaran Piala Asia 2007. Ajakan bapak sore itu merubah pemikiran saya yang saat itu masih berusia 7 tahun.Menaiki motor sampai ke Ngawonggo, dilanjutkan naik bus ke Stadion Manahan dan turun di perempatan Manahan kemudian jalan kaki. Sepanjang jalan saya dibuat takjub dengan konvoi rombongan dengan atribut merah. Sesampainya di Stadion Manahan saya sem...