Catatan Perjalanan : Pertama Kali Ngebis Bareng Istri
3 Oktober lalu saya resmi melepas status lajang saya setelah meminang seorang gadis asal Kabupaten Malang. Faiz namanya. Sesuai rencana kami beberapa bulan sebelumnya, kami bersepakat untuk menikmati honeymoon di Lombok sekaligus menyaksikan gelaran Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026.
Saya memulai perjalanan dari Terminal Arjosari, Malang menuju Bandara Juanda di Sidoarjo sebelum nantinya terbang ke Lombok menggunakan maskapai Super Air Jet. Nah untuk postingan ini akan fokus pada perjalanan naik busnya karena bagi saya ngebis pertama kali bareng istri adalah hal yang layak untuk diceritakan setelah sekian lama saya selalu menjalani trip naik bus sendirian.
Pukul 8.20 saya dan istri sudah tiba di Terminal Arjosari. Di shelter Patas tujuan Surabaya sebenarnya sudah tersedia bus Dana Dhasih. Tapi istri saya minta naik Restu yang parkir tepat di belakang Dana Dhasih, jadilah saya dan istri masuk ke ruang tunggu dulu untuk menunggu bus Restu parkir di shelter sekalian numpang ngecharge di ruang tunggu.
Bus Dana Dhasih yang terparkir di shelter Patas tujuan Surabaya dan di belakangnya ada bus Restu
Numpang ngecharge di Charging Box yang tersedia di ruang tunggu Terminal Arjosari
Jam 9.15 Dana Dhasih akhirnya berangkat dari shelter dan bus Restu masuk ke shelter. Saya dan istri segera menuju ke busnya. Bus Restu yang saya tumpangi ini menggunakan chassis Hino RK8 yang sudah diberi tambahan suspensi udara dan dibalut bodi Jetbus3 SHD generasi awal. Jadi busnya sudah agak berumur.
Ternyata busnya gak lama parkir di shelter. Jam 9.20 bus Restu yang saya tumpangi sudah berjalan keluar shelter dan hanya membawa 3 penumpang. Jadi selain saya dan istri, hanya ada 1 penumpang lain. Saya pikir busnya bakal ngetem di pintu keluar Terminal Arjosari seperti bus lain, ternyata langsung ngegas ke arah Surabaya bahkan nyundul Dana Dhasih yang tadi parkir di depan Restu.
Interior bus Restu yang saya tumpangi. Ada gambar pandanya dan itu alasan kenapa istri saya pengen naik restu
Berangkat dari Terminal Arjosari, Malang
Setelah masuk Tol Singosari, kondektur segera menarik uang karcis. Tarif patas Malang-Surabaya atau sebaliknya adalah 40 ribu per penumpang. Untuk bus ekonomi kalau tidak salah 25 ribu. Soal kenyamanan meskipun bus yang saya tumpangi ini sudah agak berumur tapi masih nyaman. Tambahan suspensi udara benar-benar membuat bus ini nyaman banget meskipun melewati jalan tol Malang-Surabaya yang sudah tidak begitu rata.
Karena sepanjang perjalanan Malang ke Surabaya hampir seluruhnya melewati Tol jadi sebenarnya tidak banyak yang bisa diceritakan. Soal fasilitas ya standar patas Jatim pada umumnya. Kursi 2-2, kalau AC udah pasti ya, untuk unit yang saya naiki tidak menyediakan port USB tapi di bagasi kabin ada stop kontak sehingga pembaca kalau kebetulan naik masih bisa ngecharge HP asalkan bawa chargernya sendiri.
Jam 10.21 bus Restu akhirnya tiba di Gerbang Tol Waru 1 dan akan segera keluar Tol untuk menuju ke terminal Bungurasih. Karena saya akan melanjutkan perjalanan naik Grabcar saya nggak turun di terminal melainkan di grablounge supaya bisa langsung pesen grabcar.
Nah itu dia cerita perjalanan saya yang akhirnya bisa merasakan ngebis bareng istri untuk pertama kalinya. Memang tidak ada yang banyak bisa diceritakan karena hanya jarak pendek dan hampir sepanjang perjalanan lewat jalan Tol.







Komentar
Posting Komentar